Monday, 25 January 2016

“Jerit Dalam Tawa" Ini adalah sebuah cerita yang mungkin sangat menyedihkan bila kalian mendengar . Berawal dari sebuah awal yang indah , Dengan sebuah kepolosan kami ada. Bertemu dalam sebuah organisasi “Pamuka” , awal pertemuan kami memang tidak menarik seperti sebuah batu betemu dengan pohon kecil , kami hanya diam dan diam . Hingga waktu mengubah kami untuk terikat dalam arti “Sahabat “ Awalnya memang kaku , Tapi waktu yang menemukan persamaan diantara kami , Persamaan kecil hingga Perbedaan yang cukup besar. Lambat laun pertemanan kami semakin erat dan dekat , Suatu keadaaan yang aku ingat , Ketika kami mengikuti persami sebagai panitia , Kami berjalan berdua di bawah bintang dan bulan sabit yang seakan terlihat sedang tersenyum memandang kami.Jalanan sunyi mengiringi kami bersama dalam canda yang indah , malam itu kami bersama hingga hari berganti. Hingga suatu hari ada sesuatu hal yang mengusik pikiranku “Aku nyaman bersamanya , Aku bisa lepas bersamanya , dan ketika dia berubah hanya sesaat aku begitu merindukannya “ fikirku terus terulang terulang dan terulang . Dan suatu hari aku bertanya pada diriku sendiri , ”Mungkinkah aku Jatuh Cinta pada seorang sahabatku ??” ya memang ketika melihat dia bersama dengan orang lain seperti ingin meledak dan menangis , Sesak rasanya hingga rasanya panas seperti terkena badai matahari . Dan ketika aku menemukan jawaban dari apa yang kurasa aku menemukan sebuah pertanyaan “apakah aku pantas untuk dirinya ? . dia begitu sempurna menurutku, diriku yang punya 1000 kekurangan ? “ . Aku tekatkan diri untuk memberi tahu semua perasaan ku ,dengan sebuah rencana yang matang aku menghadapinya di tempat lapang berhiasakan lilin lilin kecil yang meyorak sorai bersama angin lembut membelai pipinya , begitu cantik dia kala itu.Dan tanpa fikir lagi aku menyatakan semua yang ada dalam hati dalam fikir dan dalam jiwa ragaku yang mengusik setiap malam malamku. Hingga aku dengar sebuah kata “Tidak “ walau tidak secara langsung dan secara lembut ia berucap tapi aku tau bahwa ini adalah jawaban untuk aku tetap ada di GARIS PERTEMANAN saja. waktu berlangsung dan berganti , Kami masih beteman walau dalam hati ini masih berharap, dan berharap . Dan ketika kami bertemu dalam sebuah kegiatan alumni, aku mendengar bahwa dia menyukai seseorang yang aku kenal, Hancur untuk ke sekian kalinya aku saat itu , Dan ketika aku mulai sadar ,,,, aku Paham, aku paham bahwa dia memang bukan untuk kumiliki tapi hanya untuk jadi seorang sahabat ,Karna cinta tak harus memiliki walau dalam kebenaran menjerit rintih. sekian ,,,,,,,,,, Cerpen Singkat yang memalukan ini .Pesan penulis : Jangan mencintai orang berlebihan karna cinta tak menyukai hal yang berlebihan dan ketika kamu mengetahui kebenaran dan kebenaran itu sakit maka sakit itu akan bertahan seperti dulu kamu bertahan untuk mencintainya.

No comments:

Post a Comment